Berikutgunung-gunung di Malang dan sekitarnya yang layak kamu jelajahi: GUNUNG ARJUNO 3339 MDPL Gunung yang berada di sebelah barat laut Kota Malang ini memiliki tinggi 3339 mdpl. Biasanya sering digunakan oleh para Pecinta Alam untuk melakukan Pendidikan Dasar. Gunung Arjuno memilki 3 jalur pendakian, yaitu jalur Batu, Lawang dan Tretes. Gunungyang beralamat di daerah Podokoyo ini masih aktif hingga saat ini. Dan areanya meliputi 4 kabupaten yang terdiri dari Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan juga Kabupaten Malang. Akses untuk menuju ke gunung ini bisa dilalui dari berbagai arah. Baik dari Pasuruan, Malang hingga Surabaya dan Sidoarjo. KawahBromo mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh kawah gunung yang lain, terletak di tengah kawah Tengger dengan hamparan lautan pasir yang mengelilingi. Kawah Bromo mempunyai garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat), sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Gunungberapi yang masih aktif ini berada di empat wilayah Kabupaten di Jawa Timur, antara lain Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang dan Probolinggo. Hal ini dapat memudahkan para wisatawan untuk datang dari berbagai arah. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan sudah menjadi tempat wisata paling terkenal di Selainmenjadi atap Jawa Tengah, Gunung Slamet merupakan gunung berapi yang masih aktif. Saat sampai puncak, pendaki bisa melihat kawah aktif yang mengeluarkan asap. Wisatawan di Kota Malang Bisa Antisipasi Kemacetan dengan Aplikasi Ini. Travel Update. 02/08/2022, 16:16 WIB. Kemenparekraf Dorong Ponorogo Jadi Kota Kreatif UNESCO. GunungBromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Nama Bromo berasal dari nama dewa utama dalam agama Hindu, Brahma. Bentuk tubuh Gunung Bromo GunungWelirang merupakan gunung berapi yang masih aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Gunung Welirang satu punggungan yang sama dengan Gunung Arjuno. Welirang dalam bahasa jawa berarti belerang. Lereng gunung banyak ditumbuhi tumbuhan kawasan hutan gunung. Bagi para pendaki yang ingin Gunungberapi kerucut (tidak aktif) ini memiliki ketinggian yang mencapai 3.339 meter di atas permukaan air laut, dan merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah gunung Semeru dan juga Gunung Raung. Gunung Arjuna berada di bawah pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Posisinya yang tepat berada pada garis cincin api bumi membuat pulau Jawa banyak dihuni gunung-gunung berapi aktif.Tak heran, di pulau ini banyak sekali gunung-gunung tinggi nan indah yang sering jadi arena pendakian para petualang. Tidak hanya menjelaskan 7 puncak tertinggi di dunia, di indonesia juga ada istilah seven summits of indonesia atau 7 puncak tertinggi di Sebagiandari gunung-gunung di Indonesia masih aktif, Gunung yang berada di Papua Barat memiliki ketinggian mencapai 4.750 mdpl. Terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang 4Jot. MALANGTIMES - Sejarah Malang sejauh ini yang terlacak baru sebatas pada Kerajaan Kanjuruhan yang muncul pada Abad VIII. Pasca Kerajaan Kanjuruhan, yang banyak literasinya adalah membahas mengenai sejarah Kerajaan Singhasari yang baru berdiri sekitaran 1222. Sedangkan literasi yang membahas sejarah Malang sebelum Kanjuruhan, jumlahnya sangat terbatas. Padahal, sebenarnya Malang ini mempunyai sejarah yang sangat panjang, termasuk sejarah mengenai terbentuknya Malang itu sendiri. Baca Juga Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot Sejarah inilah yang berusaha dipecahkan oleh MalangTIMES dan FMIPA UB Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya dengan melakukan Ekspedisi Malang Purba. Ekspedisi ini untuk mengungkap fakta-fakta Malang pada masa lampau dan sampai saat ini masih sangat sedikit literasinya. MalangTIMES telah menjanjikan thread mengenai Asal-usul Terbentuknya Malang Purba. Seluruh tulisan itu akan menyajikan seluk beluk terbentuknya wilayah Malang Raya. Pada edisi kali ini yang pertama kali akan dibahas mengenai terbentuknya Kota Malang terlebih dahulu. Sebelum nantinya membahas pembentukan wilayah Kabupaten Malang terutama Malang Selatan dan Kota Batu termasuk di dalamnya Ngantang, Pujon, dan Kasembon. Mudahnya begini. Mari kita bayangkan Kota Malang jutaan tahun yang lalu. Sebuah wilayah purba dan tentu belum terbentuk kota dan belum ada penghuni manusianya. Sekitar lima juta tahun yang lalu, wilayah Kota Malang, termasuk di dalamnya Lawang, Singosari, Pakis, dan kecamatan sekitarnya merupakan dataran rendah. Selanjutnya, karena proses alam, gunung-gunung api mulai bermunculan di sekitaran Kota Malang. Gunung-gunung api itu kemudian secara kontinyu memuntahkan laharnya. Turun menuju ke tanah Malang yang kita pijaki saat ini. Membuat Kota Malang menjadi sebuah dataran tinggi yang subur. Salah satu bukti bahwa Malang terbentuk dari lahar gunung api adalah batu-batu hitamnya batuan beku dan tanahnya yang belum padat. Apabila kita menggali tanah 13 meter saja, akan ditemukan pasir bekas material vulkanik zaman dahulu. Semua itu dijelaskan oleh Pakar Geologi Drs. Adi Susilo, Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA Universitas Brawijaya UB tersebut menjelaskan, karena usia gunungnya baru berumur lima jutaan, maka gunung-gunung di sekitaran Malang ini bisa dibilang sebagai gunung muda. Wow, umur lima juta masih dibilang muda. Adi menyatakan, dari sekian gunung berapi yang mengitari Malang, ada salah satu gunung yang sangat berperan membentuk dataran Kota Malang. Gunung tersebut adalah Gunung Arjuno. Letusan Gunung Arjuno lah yang membuat Kota Malang termasuk dataran tinggi. Sejak lima juta tahun lalu, gunung ini terus-menerus dan kontinyu meletus atau erupsi. Setiap erupsi selalu mengeluarkan lahar dan terus menumpuki dataran Kota Malang dan sekitarnya. "Jadi Kota Malang ini memang terbentuknya tadinya adalah hasil dari lahar Gunung Arjuno. Gunung-gunung lainnya seperti Bromo, Kelud, dan Semeru juga meletus. Tapi laharnya bukan lari ke Kota Malang," ujarnya. Gunung Arjuno sendiri adalah gunung api kuarter, yakni gunung api yang masih muda. Gunung ini mempunyai ketinggian meter di atas permukaan laut. Umurnya sekitar 5 jutaan dan aktif. "Istilahnya gunung api kuarter. Umurnya paling sekitar 5 jutaan tahun. Itu termasuk muda dan aktif. Sehingga ketika terjadi erupsi, itu kan numpuk-numpuk sehingga kita tahu sekarang materialnya belum padat sekali," papar Adi. Yang dimaksud Adi belum padat adalah tanah Kota Malang yang kita pijaki saat ini. Sehingga tak heran jika sering terjadi longsor. Menurut Adi, itu karena tanah di Kota Malang belum padat. Gunung apinya saja adalah gunung api yang sangat muda. Baca Juga Kejar Setoran PAD Tinggi, Salah Satu Sebab PDAM Tak Fokus Perbaiki Layanan Adi juga memaparkan, dulu di sekitaran Gunung Arjuno ada yang namanya Gunung Ringgit. Lokasinya berada di timur laut Gunung Arjuno. Gunung Ringgit 2447 m ini lebih rendah dibandingkan Gunung Arjuno. "Saat ini Gunung Ringgit hasil erupsi samping dari gunung Arjuno masih berdiri dengan beberapa gunung lainnya, Gunung Pundak meter, dan Gunung Butak meter di bagian utara serta Gunung Wadon dan Gunung Prici di bagian timur." tambah pria ramah tersebut. Lantas, ciri-ciri lain selain tanah yang belum padat apa? Batuan yang ada di Kota Malang adalah batuan hitam. Kota Malang juga tersusun atas tuf Malang yang terdiri dari tuf batuapung, tuf pasiran, tuf breksi, tuf halus, dan tuf lapili. Apabila Anda mau bereksperimen, Adi mencontohkan dengan cara yang mudah. Kalau kita menggali tanah, pada kedalaman sekitar 13 meter maka akan menemukan pasir. "Kalau kita tahu pasir itu mesti asalnya dari gunung api. Yang di atasnya yaitu endapan lapuk yang dinamakan tuf Malang itu," tandasnya. Tuf bahasa Inggris tuff, dari bahasa Italia tufo, atau batu putih, adalah jenis batuan piroklastik yang mengandung debu vulkanik yang dikeluarkan selama letusan gunung berapi. Secara mudah juga, Adi menggambarkan Malang seperti bentuk cikrak. Wilayah utara tinggi dengan adanya gunung-gunung kemudian mendatar ke arah selatan. Malang pun, dikelilingi oleh banyak gunung api, mulai dari Gunung Kawi, Kelud, Arjuno-Welirang, Bromo, hingga Semeru. "Dan ketinggiannya di sini 435 m karena hasil lahar itu. Itu adalah sebuah dataran yang cukup tinggi. Karena memang Malang itu sebetulnya adalah lereng gunung api. Sebetulnya," jelasnya. Di samping itu, Malang dulu juga seperti rawa. Di rawa tentu ada tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan-tumbuhan di rawa banyak mengandung seng. "Tidak heran orang baru menduduk menggali sumur, air pertama itu bau seng. Itu adalah hasil dari tumbuh-tumbuhan yang dulu adalah danau," imbuhnya. Selanjutnya, akan dibahas mengenai kota tetangga, yakni Kota Batu. Yang tentu juga terkena lahar gunung api zaman dulu. Berikut juga dengan akibatnya, keuntungannya, dan kekayaan alam di tanah kita yang merupakan bekas lahar ini. Semuanya hanya ada di MalangTIMES. Tetap pantau dalam edisi Asal-usul Terbentuknya Malang Purba. Tentang MalangMalang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur yang memiliki banyak pesona. Kawasan yang terkenal akan perkebunan buah apelnya ini menawarkan pemandangan alam serta nuansa kota yang menakjubkan. Tak hanya itu, lokasinya yang berdekatan dengan Gunung Semeru dan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru membuat udara di kota ini menjadi lebih sejuk serta segar. Di balik pemandangannya yang apik, Kota Malang juga memiliki beberapa kawasan unik, salah satunya adalah Jalan Ijen dengan bangunan berarsitektur Belanda atau Kampung Wisata Jodipan – lebih dikenal sebagai Kampung Warna Warni – yang penuh akan dinding bergambar di tepi sungai. Tak lupa, semp...Selengkapnya Destinasi wisata alam apa yang paling tenar di Malang? Pantai? Air terjun? Malang punya semua destinasi wisata alam yang menarik. Tak heran, ketenaran destinasi-destinasi wisata alam ini membuat lebih banyak pengunjung datang. Dolaners lebih berjiwa anti mainstream dan tak mau ikutan tren? Bagaimana dengan mendaki gunung? Malang dikelilingi oleh banyak gunung berapi yang menawarkan keindahan pemandangan tiada dua. Yuk cari tahu apa aja gunung-gunung di sekitar Malang, lalu tentukan Dolaners pingin mendaki ke puncak gunung yang mana. 1. Gunung Panderman Gunung Panderman, yang termasuk dalam gugusan Gunung Kawi, terkenal bagi pendaki pemula di Kota Malang dan Kota Batu. Mendaki ke gunung mana yang tak terlalu tinggi dan masih di sekitar kota? Tentu jawabannya adalah Gunung Panderman. Nama Panderman diambil dari nama seorang Belanda, Van Der Man, yang menyukai pemandangan gunung ini. Di Puncak Gunung Panderman via silviaandani14 Dolaners yang tak punya banyak waktu saat di Malang, bisa memilih mendaki gunung ini dan menikmati pemandangan di puncak Basundara. Ketinggiannya yang cuma 2000 mdpl memungkinkan Dolaners mencapai puncak dalam waktu dua sampai tiga jam saja, dan sudah bisa turun kembali ke kota keesokan harinya. Kalau mencapai puncak tak menjadi sebuah keharusan, Dolaners sudah bisa mendirikan tenda di pos satu pendakian, Latar Ombo. Di sini sudah ada sumber air bersih yang jernih, jadi Dolaners bisa bermalam dan menikmati pemadangan lereng Gunung Panderman. Lokasi Pintu Masuk DusunToyomerto, Desa Pesanggrahan, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu Harga Tiket Parkir Rp. per malam 2. Gunung Butak Gunung Butak terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, bersebelahan dengan Gunung Kawi. Bersama Gunung Kawi dan Gunung Panderman, Gunung Butak ini membentuk serangkaian pegunungan yang sering disebut Gunung Putri Tidur oleh warga Malang. Bila dilihat dari arah kota, rangkaian pegunungan ini memang tampak seperti seorang gadis yang terbaring tidur dengan siluet wajah yang tampak jelas, terutama saat matahari akan tenggelam. Di Puncak Gunung Butak by ziccohudyoro Gunung Butak punya vegetasi yang beragam, yang terdiri dari hutan hujan tropis hutan lumut, hutan pinus, dan lain-lain. Dolaners bisa mencapai puncak Gunung Butak melalui Panderman, Sirah Kencong, Princi Dau, atau Gunung Kawi. Dari puncak Gunung Butak, yang berada di 2868 mdpl, Dolaners bisa melihat puncak Gunung Arjuno, Gunung Welirang, Gunung Semeru, dan Gunung Lawu saat langit cerah. Lokasi Pintu Masuk Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang 3. Gunung Arjuno Gunung berapi ini memiliki ketinggian mdpl, berada di peringkat ketiga gunung tertinggi di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung. Dolaners bisa memulai pendakian Gunung Arjuno dari Tretes Kabupaten Pasuruan atau Selecta Kota Batu. Di wilayah Kabupaten Malang, Dolaners bisa memulai pendakian di Karangploso atau Sumberawan Kecamatan Singosari atau di Purwosari Kecamatan Lawang. Bahkan, Dolaners bisa mencapai puncak Gunung Arjuno dari arah Gunung Welirang. Di Gunung Arjuno via agusarif_28 Gunung berapi ini tak hanya menawarkan keindahan puncaknya saja, tapi juga beberapa destinasi wisata yang tersebar di beberapa titik di lerengnya, misalnya Taman Safari Indonesia 2. Saat dalam perjalanan ke puncak, Dolaners bisa memilih jalur yang melalui air terjun Kakek Bodo. Bahkan sumber air Sungai Brantas berasal dari Gunung Arjuno, tepatnya berada di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Yang tak kalah seru dari gunung ini adalah cerita dan aura mistisnya di sepanjang jalur pendakian karena banyaknya situs pemujaan spiritual atau petilasan di lereng Gunung Arjuno. Para pendaki Gunung Arjuno tak pernah menganggap sebelah mata cerita-cerita ini sekaligus pantangan-pantangannya. Lokasi Pintu Masuk Purwosari, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang 4. Gunung Welirang Lokasi Gunung Welirang bersebelahan dengan Gunung Arjuno. Tak jarang, pendaki yang sudah berpengalaman melakukan pendakian ke puncak kedua gunung ini sekaligus. Seperti Gunung Arjuno, lokasi Gunung Welirang juga berada di perbatasan beberapa wilayah, tepatnya Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan. Di Puncak Gunung Welirang via sefryrockabilly Bila ingin mencapai puncak Gunung Welirang, Dolaners bisa memulai dari Pacet Mojokerto atau Tretes Pasuruan. Saat sampai di puncak Gunung Welirang, Dolaners bisa mendapati tumbuhan endemik manis rejo. Gunung berapi aktif ini masih mengeluarkan belerang, sesuai nama yang disandangnya. Lokasi Pintu Masuk Desa Jubel, Kecamatan Pacet, Mojokerto Harga Tiket Parkir Rp. per hari 5. Gunung Semeru Gunung Semeru seakan menuai popularitas baru setelah film 5 cm ditayangkan. Tapi bila Dolaners memang pendaki sejati, tak ada yang baru dengan gunung ini. Gunung Semeru akan tetap bikin kangen, dengan atau tanpa film layar lebar ini. Puncak Mahameru gunung ini, pada ketinggian mdpl, adalah puncak ketiga tertinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci dan Gunung Rinjani. Di Puncak Gunung Semeru via gilaangpratama Gunung Semeru bisa diakses melalui Kabupaten Malang terlebih dahulu, baru kemudian masuk ke Kabupaten Lumajang. Tak harus sampai puncak, Dolaners sudah bisa menikmati keindahan alam Semeru di lereng gunungnya saja. Yang paling terkenal adalah Ranu Kumbolo, sebuah danau yang memukau dengan keindahannya. Tapi bila sanggup tabah mendaki sampai puncak, Dolaners akan menikmati pemandangan yang tak habisnya memanjakan mata sepanjang perjalanan. Misalnya saja, Oro-Oro Ombo yang selalu tampak berbeda setiap kali Dolaners melaluinya, bahkan Arcopodo yang menantang tapi menyimpan daya tariknya yang tak lekang. Lokasi Pintu Masuk Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang Harga Tiket Tenda Rp. Kamera Rp. 6. Gunung Anjasmoro Gunung Anjasmoro meduduki tiga wilayah di Jawa Timur, yakni Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang. Puncak gunung ini, Cemoro Sewu, berada di ketinggian mdpl. Dibanding gunung-gunung lain di sekitar Malang, Gunung Anjasmoro masih kurang menarik minat pendaki gunung. Ke Puncak Gunung Anjasmoro via silvanarw Selain Cemoro Sewu, Gunung Anjasmoro punya puncak-puncak lain di lerengnya yang masih lebih rendah dari Cemoro Sewu. Dan seperti keragaman puncaknya, akses menuju puncak juga bisa melalui beberapa rute. Selain lewat Kabupaten Malang, Dolaners bisa juga memulai pendakian di Wonosalam Jombang. Apalagi kalau Dolaners doyan banget sama durian, Wonosalam jelas lebih menarik. Kalau lagi musim, Dolaners bisa menikmati durian sepanjang perjalanan menuju puncak Gunung Anjasmoro. Lokasi Pintu Masuk Cangar, Kota Batu 7. Gunung Kelud Gunung Kelud dimiliki oleh Blitar dan Kediri, khususnya bila terkait perihal wisata alam. Tapi lokasinya sendiri, gunung ini berada di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Blitar, Kediri, dan Malang. Setelah letusannya pada tahun 2014, Gunung Kelud kini memiliki tiga puncak. Di bagian barat ada Puncak Gajahmungkur, di bagian selatan ada Puncak Sumbing, dan di bagian timur ada Puncak Kelud. Gunung Kelud via aruell_lens Pendakian Gunung Kelud bisa dawali dari Blitar atau Kediri. Rute dari Blitar lebih lebih pendek dan menjadi favorit banyak pendaki, sementara rute dari Kediri lebih sepi dan lebih panjang. Perlu dicatat, keduanya menawarkan keindahan pemandangan yang berbeda. Lokasi Pintu Masuk Desa Tulungrejo, Kabupaten Blitar Mana puncak gunung yang paling menarik untuk didaki, Dolaners? Setiap gunung memang punya daya tariknya masing-masing. Apa yang Dolaners dapat di satu gunung, akan menjadi hal yang sepenuhnya berbeda di gunung lain. Jadi, bagaimana bila meluangkan waktu untuk mendaki seluruh gunung di sekitar Malang ini?